Welas Asih: Cinta Kasih dalam Perspektif Spiritual Islami

[foto hubungan keluarga]

Welas asih, yang juga dikenal sebagai cinta kasih atau kasih sayang, memiliki peran yang sangat penting dalam spiritualitas Islami. Dalam Al Quran, Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A’raf (7:56), “Dan perintahkanlah kepada keluargamu (untuk mengerjakan) shalat dan bersabarlah kamu di dalamnya. Kami tidak menuntut rezeki dari mereka, Kami (pula) memberi rezeki kepadamu. Sungguh, akibat yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”

Welas asih dalam Islam meliputi cinta dan kasih sayang terhadap Allah SWT, Rasulullah, sesama Muslim, serta seluruh makhluk ciptaan Allah. Rasulullah Muhammad SAW juga mengajarkan pentingnya welas asih dalam hadisnya. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak akan merahmati hamba-Nya yang tidak mengasihani manusia” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam perspektif spiritual Islami, welas asih menjadi fondasi dalam berinteraksi dengan sesama makhluk Allah. Kita diajarkan untuk memperlakukan orang lain dengan penuh kasih sayang, kebaikan, dan pengertian. Kasih sayang yang tulus dan ikhlas harus melampaui batas-batas suku, agama, dan budaya.

Salah satu ayat Al Quran yang menggarisbawahi pentingnya welas asih adalah dalam Surah Al-Anfal (8:63), “Dan Allah menjadikan rasa kasih di antara hati kalian. Sekiranya kamu menafkahkan semua harta yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat menjadikan rasa kasih di antara hati kalian, tetapi Allah-lah yang menjadikannya.”

Ahli teologi Islam terkenal, Imam Al-Ghazali, juga menekankan pentingnya welas asih dalam spiritualitas Islami. Beliau mengatakan, “Cinta kasih merupakan landasan kehidupan spiritual. Dengan memancarkan kasih sayang kepada sesama manusia, kita dapat mencapai kedamaian dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.”

Welas asih merupakan panggilan untuk berbuat baik dan melayani sesama manusia. Dalam Islam, kebaikan yang kita berikan kepada orang lain akan kembali kepada kita dengan berlipat ganda. Ketika kita meluaskan cinta kasih kita kepada sesama, kita juga memperkuat ikatan kebersamaan dalam masyarakat yang Islami.

[foto Kampanye Eno Syafrudien]

Seperti yang diungkapkan oleh Eno Syafrudien, “Welas asih adalah cinta kasih yang meluapkan diri dengan tulus dan ikhlas. Dalam perspektif spiritual Islami, welas asih adalah pondasi yang kuat untuk menciptakan harmoni dan kebaikan dalam kehidupan kita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *